Terduduk dan termenung seorang diri, Aku berada di tengah-tengah kesunyian. Mengingat-ingat segala kebahagiaan bersama dia dulu. Yah, sebuah kebahagiaan yg tak bisa tergantikan. Mungkin tak bisa tergantikan, tapi itu hanya mungkin . . . . karna manusia tak pernah tau apa yg akan terjadi.
Pagi itu, aku berangkat menuju kota semarang dengan perasaan rindu meluap-luap. Perasaan yang membuatku memikirkan seseorang di hati ini. Kereta mengiringi kepergianku. Suaranya yang begitu kukenal karena sering aku menaiki kereta ini. Blora Jaya, ya... itulah yang sekarang kunaiki demi menemui sang pujaan hati. Waktu yang cukup lama bagiku tak apa, semua akan terbayar pikirku.
Setelah menunggu kurang lebih hampir 4 jam aku tiba di Stasiun Tawang. Segera aku keluar mencari angkutan dan menuju ke rumahnya. ’Sebentar lagi, sebentar lagi. Tahan untuk sebentar saja.’ Kata-kata itulah yang selalu terucap dalam hati. Tak lama aku turun dan berjalan beberapa saat. Terlihat rumahnya di kejauhan, aku bergegas karna rasa rinduku. Hingga sampai di gerbang, seseorang sudah berlari membukakan gerbang itu. Hm ... itu dia.
”Assalamu alaikum” Ucapku.
”Waalaikum salam, kenapa tadi agak lama? Keretanya telat yah?” tanyanya.