“Pokoknya aku gak mau dinikahkan sama mas Bagiyo, Mbok. Aku belum mau nikah dulu. Aku gak mau dipaksa. Lha wong aku gak seneng sama dia.” Terdengar suaraku yang sedang protes kepada Ibuku sendiri tentang rencana perjodohanku dengan seseorang yang tak pernah aku sukai. Hatiku memberontak dengan keputusan Ibuku. Meskipun dia satu-satunya orang tuaku yang masih hidup.
“Halah, suka gak suka ya sama aja to nduk, kalo udah nikah kelak juga bisa tumbuh rasa suka. Kayak si Mbokmu ini pas ketemu sama Bapakmu.” Ibuku berusaha membujuk dengan memberi contoh tentang kehidupannya.
