Kembali ke cerita sebelumnya bahwa anoman berhasil ke Taman Argasoka bertemu dengan dewi Shinta yang akhirnya tertangkap oleh Indrajit. Kini dia dalam masalah besar. Api sudah mengepungnya dia menjerit karena kepanasan. Dia berusaha melepas tali ikatannya. Tapi apa daya dia hanya bisa merenungi nasib, seorang titisan bathara guru yang sakti mandraguna harus mati dibakar dan dilihat oleh orang-orang. Makanya to, man. Tadi kan udah disuruh cepet-cepet sama si Dewi sama Trijata. Kamu nya aja liat cewek cantik jadi kecantol gak bisa gerak. Akhirnya gini kan jadinya.
”Diem lu!! BCC banget jadi orang!!”
Eh mendingan saya manusia daripada situ, kethek . . . . hahahahaha
(Kalian bisa diam gak, kalo jadi pemeran utama sama narator yang jadi bagian masing-masing!!!)
Eh maaf pak Penulis, kami minta maaf. Lanjut, Man.
Saat itulah di Kahyangan Bathara guru mengetahui hal ini. Maka diutuslah Dewa Agni untuk membantu Anoman. Meluncur lah dewa Agni ke Anoman berada. Disana dia merubah rasa panas itu menjadi lebih dingin sehingga anoman merasa tak kepanasan. Lalu Anoman marah dan melepaskan diri. Indrajit kaget dan hanya bisa diam tak bergerak. Anoman membawa api di ekornya berkat bantuan Dewa Agni yang sudah langsung kembali ke kahyangan. Dia menuju Indrajit, menatap matanya. Mendekat dan mendekat hingga Indrajit jatuh moral dan tak berani. Badannya gemetar melihat amarah Anoman yang sudah kalap. Saat sudah di depannya.
”Indrajit kan? Maaf yee . . . . dibakar pake api atau pake apa gak bakal mempan. Gue kan anak dewa jadi gak bakal semudah itu mati sama lu yang Cuma anak raksasa doank. Sorry sorry aje. Gak level tingkatannya. Hehehehe. . . .” ledek Anoman pada Indrajit. Lalu raut muka Anoman berubah lagi menjadi beringasan. Dia mengamuk. Meloncat dari rumah kerumah dan membakar setiap apa yang dia singgahi. Anoman mengamuk dan mengamuk hingga negeri Alengka terbakar rata menjadi debu. Rahwana hanya bisa meratapi negerinya yang hangus terbakar. Indrajit masih merasa batinnya tertekan karena Anoman tadi.
Anoman segera pergi meninggalkan negeri Alengka. Dia terbang dengan api masih menyala di ekornya. Heh, Man. Tuh apinya di padamin dulu tar bakar kamu bisa berabe.
”Bentar ini lagi nyari air.”
Anoman menuju ke laut untuk memadamkan api yang dia bawa dari Dewa Agni tadi. Kemudian dia merenung, ”Kemana ya arah menuju ke Gusti Prabu Ramawijaya? Aku lupa jalannya nih. Bahaya. Mana GPS gk bisa nyala. HP gak ada pulsa juga buat buka GPS. Mampus aja deh. Notebook gak bisa diandalin. Gimana nih? Heh narator gimana kelanjutannya?”
Udah lu terbang aja pokoknya. Tar juga ada jalan. Dimana ada kemauan disitu ada jalan kok. ^_^ percaya deh sama gue . . .
Anoman terbang tanpa arah karena dia bingung kemana dia harus pergi. Sementara itu di seberang pantai, Prabu Ramawijaya dan para prajurit serta Abdinya sudah menunggu dengan gelisah akan kedatangan Anoman. Sudah hampir 1 minggu dia belum kembali.
”Bagaimana ini Sugriwa? Belum ada kabar dari Anoman. Apa mungkin dia terbunuh disana?”
”Belum tentu Gusti, Anoman itu sangat hebat, dia saja mampu mengangkat gunung Sumawana saat mencari Kembang Wijaya. Belum lagi dia juga membunuh anak-anak perkasa Rahwana. Jadi tak mungkin kalau dia mati. Kasian Kakak Anjani kalau dia sampai meninggal.”
”Baiklah kita tunggu saja kedatangannya. Karena penyerangan ini bergantung pada apa yang dia bawa.”
Di sisi lain, anoman masih terus terbang ngalor ngidul tanpa arah. Dia bingung entah dimana dia sekarang. Kok ada juga orang ngangkat bola bgitu besar dan kuat? Akhirnya dia turun dan singgah. ”Wah disini dingin sekali. Hey kamu, kok kamu mau-mau aja gendhong bola terus terusan? Gak capek apa? Woi budhek ya gak jawab??”
Man . . .man . . ., ya jelas gak jawab orang itu patung Atlas kok. Ya mana mungkin mau jawab.
”Ohhh itu si Atlas toh, aku pernah dengerdia dari internet. Tak kira dia bener-bener ganteng dan kuat. Mau tak ajak tanding lho padahal.”
Lalu dia terus terbang hingga memasuki sebuah pintu yang tak dia tahu. Dia memasuki sebuah Gunung dengan penuh keindahan di dalamnya.
”Ehemmm . . . permisi tuan . . . boleh saya tanya ini ada di daerah apa ya namanya??”
Pake Bahasa Inggris mungkin dia tahu Man. Dicoba dulu.
”Excuse me, Sir. What is this place?”
Akhirnya orang tersebut menoleh. “This is Mount of Olympus place of Gods. Who are you? What are you doing here?”
“My name is Anoman, I came From Kiskenda or Ayodya Empire in Asian. Do you know that place?”
“I never hear that. So what do you want.”
“I want to ask, where is the way to go back to my Empire. I lost. Pleace. But first. What’s your name sir?”
“My Name is Zeus, the Father of the Gods in this Olympus. I’m the great Gods in here.”
“Wow . . . so to my father. He is a Gods to. His name is Bathara Guru. Do you ever hear him?”
“Ahaaa . . . are you his son? But why do you like a Monkey? He is very handsome. But you handsome to. Just, why you be a monkey?”
“It’s my fate. Hehehe”
“So, How is your father? Is he fine? I want to talk with him sometimes.”
“I’ll deliver to him. But can you give me your PIN Black Berry? We can chit-chat over there.”
“Ohooo . . . that’s a good idea. Give me your father PIN too.”
Setelah mereka bertukar PIN BB akhirnya dia menyuruh salah satu dewa yaitu Hera untuk mengantar Anoman ke negerinya. Lebih tepatnya kearah negerinya sampai dia tersesat kembali. Dasar Anoman, parah banget ya pelaku utamanya.
Setelah bantuan dari Dewa Zeus Anoman kembali tersesat di daerah yang tak lagi dia kenal. Disana dia bertemu dengan orang-orang bermata sipit dengan pedang ditangan mereka. Sebuah pedang aneh yang sedikit bengkong tapi hanya tajam di salah satu mata sisi pedang mereka.
”Permisi tuan, boleh saya bertanya? Tuan?? Eh narator mereka itu orang mana? Kok kayak gini?”
Mereka itu orang Jepang, Man. Bisa bahasa jepang gak?
”Ahh gampang, tanya di google terjemahan aja lah . . . .”
Sumimasen? Watashi ga nanika o motomeru koto ga dekiru?
Permisi tuan? bolehkah saya bertanya sesuatu?
Sono kanōsei ga arimasu.
Iya boleh
Anata wa doko ni ayōdiyā no kuni no hōkō e no michi shitteimasu ka?
anda tahu kemana jalan untuk ke arah negara Ayodya?
Mōshiwakearimasenga watashi wa wakaranai. Tandoku de kare matawa kanojo ni kiite mitekudasai.
maaf saya tidak tahu. coba tanya kepada dia saja.
Sumimasen? Watashi ga nanika o motomeru koto ga dekiru?
Permisi tuan? bolehkah saya bertanya sesuatu?
Anata wa doko ni ayōdiyā no kuni no hōkō e no michi shitteimasu ka?
anda tahu kemana jalan untuk ke arah negara Ayodya?
Nishi e
Ke arah barat.
Arigato
Terima kasih
Akhirnya Anoman kembali terbang ke arah yang diberitahukan orang yang dia tanya tadi. Setelah terbang selama 3 hari 3 malam dengan berhenti sejenak di tempat-tempat tadi ia akhirnya merasa lapar. Dia memutuskan mencari makanan. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Anoman menemukansebuah kebun buah yang begitu indah dan penuh dengan buah. Entah buah apa ini pikirnya. Udah man sikat aja mumpung sepi gak ada orang. Jangan lupa aku diambilin sekalian. Laper nih dari tadi ngomong terus. Hehehe
”Wah buah nya besar-besar. Makan dulu ah. Petik satu dulu biat nyicipin.”
Tiba-tiba Anoman dihadang oleh sesuatu. Dia juga berbulu dan membawa toya di tangannya. Sepertinya kembaranmu tuh, Man.
(maaf berhubung capek translate in ke bahasa asli dan Indo saya akhirnya tulis indonya saja yah)
Wah pak Penulisnya curang.
”Siapa kau? Berani sekali mengambil Buah Persik di Istana langit?”
”Heh kamu itu siapa? Berani sekali kau memukulku dengan toya.”
”Namaku Sun GoKong raja kera dari gunung huakwo. Aku adalah kera terkenal yang ditugaskan menjaga Kebun Persik ini.”
”Ahaaa jadi kamu yang namanya Sun Gokong yah? Sudah lama aku ingin bertemu denganmu.”
Sun Gokong heran melihat kera dihadapannya yang berbulu putih dengan bicara layaknya sudah akrab.
”Apa maksudmu ingin bertemu denganku?”
”Aku hanya ingin meminta PIN BB-mu saja dan alamat FB. Yah untuk berkomunikasi saja. Sudah lama saya fans sama kamu.”
”Hohoho . . . jadi kau fans padaku. Hihihi baiklah baiklah . . . kali ini aku berikan padamu. Hei toya ambilkan BB ku di meja office ok.”
Toya miik Sun Gokong mengangguk dan meluncur. Tak lama dia kembali membawa BlackBerry dan menyerahkan pada tuannya.
"Wah toyamu sangat hebat. Bagaimana kalau kita foto bersama dulu? Untuk kenang-kenangan pada temnaku di Gua Kiskenda.”
"Tempat asalmu?”
"yap, benar. Mau kan?”
"Tentu tentu.”
Akhirnya mereka akrab dan saling berbincang. Mereka minum arak bersama dan juga memakan semua buah persik di kebun. Hingga kaisar langit mendengar kabar ini. Sun Gokong dipanggil untuk menghadap dan Anoman ditangkap dalam keadaan mabuk. Saat menghadap itulah Anoman dan Sun Gokong dihukum namun mereka memberontak dan membuat rusuh Istana Langit. Para dewa dewi kalangkabut. Hingga tibalah seseorang menemui Kaisar Langit, dia tak lain adalah Bathara Narada.
”Maaf Tuan Kaisar Langit. Saya adalah utusan Dewa dari Kahyangan Suralaya. Saya kemari atas nama Bathara Guru.”
”Ohh, Bathara Guru saudara dari Bathara Ismaya atau Semar?”
”Benar sekali yang mulia. saya kemari untuk menjemput kemenakan saya ini untuk segera kembali ke Negaranya.”
”Siapa sebenarnya kera putih ini?”
”Dia adalah Anoman Putra Bathara Guru dengan Dewi Anjani yang berwujud kera. Dia Abdi kinasih dari Dewa Wisnu.”
”Oh, saya minta maaf sekali. Baik lah bawa saja dia. Dan sampaikan salam saya pada Bathara Guru serta kakanya Ismaya.”
”Baiklah, terima kasih Kaisar.”
Kemudian Anoman di siram air kahyangan hingga ia tersadar dari mabuknya. Lalu dia terbang pulang bersama Bathara Narada. Di jalan dia dimarahi oleh Uwaknya. Sesampainya di hadapan Bathara Guru yang menanti di Kahyangan Suralaya. Anoman diam tak berucap dan meminta maaf. Dia menyesal lalai dalam tugas. Lalu dia menuju ke tempat Prabu Ramawijaya yang sudah menantinya hampir 2 minggu lebih.
Anoman disambut dengan gembira oleh pasukan Prabu Rama. Terutama Jembawan dan Anila. Mereka merasa kangen sekali.
”Maaf Gusti, saya terlalu lama dan membuat menunggu Gusti Prabu. Saya tersesat makanya saya baru sampai. Ini pesan dari Dewi Shinta yang saya bawa dari beliau. Dan juga ini . .. . ” Anoman memberikan Notebook yang berisi struktur kekuatan Negeri Alengka. Anoman membuatnya selama dia terbang di atas Alengka sembari mencari Dewi Shinta. Gara-gara itu juga dia tak tahu ada panah yang hampir mengenainya dan membuat dia terjatuh di Taman Argasoka.
”Bagus Anoman, kamu memang Abdi yang setia dan hebat. Sekarang kita persiapkan menyerang Alengka dan menjemput kembali Dewi Shinta. Leksmana, Wibisana, Paman Sugriwa. Persiapkan pasukan kita akan menyerang mereka. Tapi sebelum itu mari kita selesaikan dulu jembatan yang kita buat ini.”
Begitulah peran Anoman dalam cerita Ramayana ini. Dia adalah pahlawan yang amat berperan untuk menghancurkan angkara murka di negeri Alengka dan menyelamatkan Dewi Shinta. Cerita berlanjut hingga jembatan selesai dan mereka menyerang Alengka . . . .
Setibanya di istana Rahwana terjadi peperangan, dimana awalnya pihak Alengka dipimpin oleh Indrajid. Dalam pertempuran ini Indrajid dapat dikalahkan dengan gugurnya Indrajit. Alengka terdesak oleh bala tentara Rama, maka Kumbakarna raksasa yang bijaksana diminta oleh Rahwana menjadi senopati perang. Kumbakarna menyanggupi tetapi bukannya untuk membela kakaknya yang angkara murka, namun demi untuk membela bangsa dan negara Alengkadiraja.Dalam pertempuran ini pula Kumbakarna dapat dikalahkan dan gugur sebagai pahlawan bangsanya. Dengan gugurnya sang adik, akhirnya Rahwana menghadapi sendiri Rama. Pad akhir pertempuran ini Rahwana juga dapat dikalahkan seluruh pasukan pimpinan Rama. Rahmana mati kena panah pusaka Rama dan dihimpit gunung Sumawana yang dibawa Anoman.
Setelah semua pertempuran yang dasyat itu dengan kekalahan dipihak Alengka maka Rama dengan bebas dapat memasuki istana dan mencari sang istri tercinta. Dengan diantar oleh Hanuman menuju ke taman Argasoka menemui Shinta, akan tetapi Rama menolak karena menganggap Shinta telah ternoda selama Shinta berada di kerajaan Alengka. Maka Rama meminta bukti kesuciannya, yaitu dengan melakukan bakar diri. Karena kebenaran kesucian Shinta dan pertolongan Dewa Api, Shinta selamat dari api. Dengan demikian terbuktilah bahwa Shinta masih suci dan akhirnya Rama menerima kembali Shinta dengan perasaan haru dan bahagia. Dan akhir dari kisah ini mereka kembali ke istananya masing-masing.
Sementara itu Anoman bertapa atas petunjuk Ramawijaya karena keinginannya mengabdi kepadanya. Ia bertapa hingga sampai pada awatara berikutnya yaitu pada zaman Mahabaratha bersama dengan Pandawa dan Kresna titisan Dewa Wisnu Berikutnya.
~ Tamat ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar